Langsung ke konten utama
GALON BERBISIK

Sumber gambar : Google


Kalau pasir berbisik mungkin temen-temen udah sempat nonton film garapan sutradara kebanggaan negeri ini Mas Garin Nugroho yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo. 

Tapi kali ini saya punya sudut cerita baru yang mungkin bisa disimak dengan santai sambil ngemil keripik singkong sapi lada hitam. Sip yah...hehe

Pernah ngeliat pagi-pagi ibu dirumah komat-kamit gara-gara air galon abis pas bagian kamu mijit dispenser gak?
Terus kamu harus tanggungjawab buat ngisi tapi kamu harus buru-buru berangkat ke kantor karena udah kesiangan banget.

Nah...mungkin sekilas urusan kayak gitu simpel banget. Tapi mungkin beda dengan kejadian yang agak mirip terjadi pada seorang pria dewasa yang lumayan kasian. Sebut saja namanya Prahara.

Mas Prahara sekilas mirip salah satu personil grup vocal jaman baheula "Lingua" kalau saya gak salah namanya Francois, masih inget? Kalau lupa ini dia fotonya.


Sumber gambar : Google

Sengaja saya tampilkan visualnya biar temen-temen yang baca artikel ini mencoba ikut merasakan pengalaman paginya Mas Prahara. 

Begini ceritanya...
Pagi tadi, Mas Prahara sengaja ambil air mineral dari galon karena mau sarapan pagi tepat sebelum dia memulai pekerjaannya. Saat itu juga yang keluar cuma beberapa tetes dari ujung kran dispenser. 

Jari-jarinya spontan langsung menarik galon cadangan yang sengaja diletakkan disamping dispenser, saat tangan kanannya menarik tutup seal galon Mas Prahara hafal betul kalau posisi tutupnya rentan putus kalau tidak dibantu dengan gunting atau cutter. Secara tiba-tiba ada seorang wanita dewasa sambil komat-kamit melempar ucapan yang setengah meremehkan. Inti ucapanya adalah masa sih buka tutup galon aja gak bisa, gak yakin bisa dan lambat. 

Mas Prahara mungkin sedikit terganggu dengan ucapan kecut itu dan membiarkan wanita dewasa itu menarik sendiri dan Upps...tepat sesuai prediksi. Tarikan tutupnya putus sementara galonnya belum berhasil terbuka. 

Mungkin ini bukan soal baper atau tidak baper, tapi ini tentang ketidakpercayaan seorang wanita dewasa pada Mas Prahara yang cenderung menyakitkan. 

Mungkin kalau wanita dewasa itu berhasil membuka sendiri tutup galonnya Mas Prahara akan bilang "Ok, No problem" tapi yang terjadi malah sebaliknya. Tutup galonnya jadi keras untuk dibuka sementara penghinaan ringan sudah masuk ke memorinya Mas Prahara. 

So, mungkin yang saya tangkap Mas Prahara merasakan sesuatu yang emang sih simpel kejadiannya tapi saya yakin itu membekas dan kalau dibawa ke level baper mungkin akan jadi penyakit hati. 

Mas Prahara mengulik susunan kata yang diucapkan oleh wanita dewasa itu dan seperti merasakan adanya bisikan panas disaat udara pagi yang dingin masih sangat terasa dikulit.

Mungkin kisah ringan yang terjadi pada Mas Prahara pagi tadi lebih pada kendali seseorang terhadap lisannya. 
Karena bisa jadi kondisi hati tiap orang akan sangat berbeda. Hal sepele menurut seseorang belum tentu bisa sama dengan orang lain. 

Dan yang perlu jadi catatan juga adalah jangan lupa belajar buat jadi lebih pintar menghargai oranglain sekecil apapun itu. 

Kisah ringan Mas Prahara mengingatkan saya pada ungkapan jujur seorang sahabat terbaik saya yang mendadak hilang karena ada sebuah kekecewaan yang sempat dialaminya. 

Pesan bertubi-tubi yang mendarat di Whatsapp saya Sabtu kemarin tepat ditengah perjalanan saya menuju Bandung, pesan tersebut makin mengajarkan saya tentang sebuah kelalaian yang berimbas fatal jika dibiarkan tanpa ada klarifikasi santun dan jiwa-jiwa besar untuk saling memaafkan. 

Dan pagi itu saya tak berhasil menahan air mata, sebuah kesalahan masa lalu yang berhasil dicairkan dengan kebesaran hati dan kebaikan pikiran. 

Terima kasih Mas Prahara dan terima kasih atas kucuran kata-kata yang mendarat di Whatsapp saya. Semua untuk kebaikan dan semuanya karena iman. 
Terus jaga lisan dan mari sama-sama belajar untuk lebih santun berucap. 
Salam, [umank ady].







Komentar

Postingan populer dari blog ini

HAFALAN SHOLAT MILLY , BIKIN HATI GERIMIS Sumber gambar : Google Mungkin di sekuel film kedua AADC kita baru tau kalo ternyata Milly menikah dengan Mamet dan dikaruniai seorang anak yang lucu dan menggemaskan. Dua karakter yang mampu menyedot perhatian penonton film Indonesia ini ternyata akan bercerita lebih jauh, lebih seru lewat film terbaru yang akan tayang di layar bioskop tahun ini. Sepertinya kita akan menemukan banyak kejutan kocak dari kehidupan keluarga Milly dan Mamet yang selalu saja punya cerita menarik, unik dalam menjalani bahtera rumah tangganya. Ternyata, mungkin bukan hanya Milly nya Mamet yang menginginkan punya keluarga keren yang penuh kegembiraan yang bikin greget dan gregetan. Lewat tulisan ini saya mau perkenalkan tentang sosok Milly yang lain yang mungkin gak kalah menarik dikisahkan. Oia, tapi ini bukan cerita soal kejadian di film yah, ini ada dan nyata disekitar kita. Saya mulai jangan? Baik saya mulai. Saya baru ingat kalau istri saya te...
PERNIKAHAN HOROR Sumber gambar : Mas Hanief Kalau dilihat dari jumlah penonton film Indonesia, genre film horor selalu menjambak perhatian banyak penonton dan pastinya bikin ngiler produser, simpel sih karena dengan bikin film horor akan jauh lebih menjanjikan buat cepat balik modal dan bisa meraup keuntungan supaya bisa produksi film lagi dan lagi. Mungkin ini menurut saya aja yah, karena saat ini tren sebagian besar penonton Indonesia lagi demen sama sesuatu yang berbau mistis dan bisa bikin histeris di dalam bioskop, karena mungkin lebih kerasa kali yah dengan beli tiket seharga 30 ribu sampai 50 ribu penonton bisa puas teriak kayak naik jet coaster. Kalau saya sendiri udah pensiun nonton film horor, film horor terakhir yang saya tonton itu  Jelangkung (2001) besutannya Mas Rizal Mantovani. Setelah itu BYE ! Kalau film berjudul "Munafik" karya negeri tetangga Malaysia saya masih berani nonton, karena menurut saya itu bukan film horor, tapi film cerda...
Secuil Prolog, Assalamualaikum temen-temen. Salam kenal, Ini kali pertama saya mulai menulis disini. Blog saya sebelum nya mungkin udah penuh dengan sarang laba-laba, karena masalah klasik. Saya lupa password dan waktu itu saya minta dibuatkan sepupu. So, saya mungkin lebih baik buat baru dan mulai lagi dari awal. Nah, mulai dari sini saya akan sempatkan buat menulis sesuatu yang sayang kalau dibiarkan begitu saja, karena saya yakin tiap hari yang saya lewati selalu ada aja yang menarik buat dibagi. Semoga tulisan saya bisa jadi teman baru buat kalian semua. Salam, Umank Ady